Hazami – Andai Bisa Kau Rasa
Dulu tiada terlihat
Ku sangka indah cuma
Kata manis ku agungkan
Keikhlasan cuma bebanan
Hati telah dikaburi
Yang mana kaca permata
Dulu tiada terlihat
Ku sangka indah cuma
Kata manis ku agungkan
Keikhlasan cuma bebanan
Hati telah dikaburi
Yang mana kaca permata
Tika kali pertama
Mata bertemu mata
Jelingan manja buatku
Gelora di dada
Lalu kumenyapa
Siapa namanya si dia
Apakah sudah berpunya
Hati kecilku tertanya
Kuhulur tangan penuh mesra
Saat ini usah dipersia
Yakini kita harus bersama
Kau terima hatiku penuh rela
Inilah impian kita bina
Syahdunya dibuai bayu asmara
Di bawah pelangi kita bercanda
Menuju fantasia
Inilah syurga insan bercinta
Bersumpah setia selamanya
Di bawah pelangi, bulan dan mentari
Indahnya fantasia
Sesungguhnya kita
Menuju bahagia
Api cinta nan menyala
Selama-lamanya
Kini kita berjanji
Sehidup semati
Segala dugaan cabaran
Pasti kita atasi
Kuabadikan selamanya
Harum nan mekar cinta kita
Oh kasih kau mempesona
Teristimewa hanyalah di fantasia
Sejauh mana pun ku lari
Menggapai hasrat yang terpendam
Biar berkali rebah ku bangun
Walau payah
Kuhimpun kudrat dan harapan
Mengiringi azam yang usang
Sinar seakan pudar
Bila terbit sang suria
Begitulah semangat tegar
Meskipun musim kan silih berganti
Ku terus melangkah
Daku gagahi
Mencari arah
Oh Tuhan
Sinarilah kiblatku
Keringat diteman embunan
Kicau unggas turut berdoa
Purnama bagai tenangkan perang
Di dalam hati
Kuhimpun kudrat dan harapan
Mengiringi azam yang usang
Sinar seakan pudar
Bila terbit sang suria
Begitulah semangat tegar
Meskipun musim kan silih berganti
Ku terus melangkah
Daku gagahi
Mencari arah
Oh Tuhan
Sinari lah kiblat ku
Kala sujud ku ada kesyukuran
Dalam mimpi ada sedih
Menghantui andai ku alpa
Langit kejayaan ku
Berkiblat pada Mu
Hanya satu…
Bila terbit sang suria
Begitulah semangat tegar
Meskipun musim kan silih berganti
Ku terus melangkah
Daku gagahi
Mencari arah
Oh Tuhan
Sinari lah kiblat ku..
Saat ku merindukan dirimu
Jiwa meronta kau ku damba
Oh gerhana lah seluruh pancaindera
Ku hilang dalam memori cinta
Membakar seluruh jiwa raga
Hanya kau untuk ku
Kau tiada dua
(Korus)
Bagaikan siang tiada mentari
Bagai malam tiada cahaya purnama
Tanpamu tiada erti hidup berdua
Ke akhir masa kau ku cinta
Bagaikan syurga tanpa bidadari
Kau ibarat hembusan nafas terakhir
Pulanglah sayang usah kau berpaling
Di sini ku pasrah menanti
Dikau bak salju ditiup bayu
Kan rebah di pangkuan bumi
Ku yakini kasih
Restui Illahi
(Ulang Korus)
Ku doa kau hadir
Permaisuri mahligaiku
Hidup mati cinta kita bersama
(Ulang Korus)
Dihimpit dicengkam rindu ini
Gerimis dukaku
Menggamit kenangan silam
Resah nan pilu menghampiri
Suramnya malam ku kelam
Pedih kemelut cinta
Dingin kelu bicara
‘Tuk mengungkap rindu
Sayangku mungkir pada kejujuranku
Menolak segala bahagia dihadapanku
Kasihku mungkir pada kata janjiku
Berlari aku jauh dari cintamu
Ku kesali
Dihanyut dilambung ombak lara
Sepiku berkelana
Kulayari jiwa nestapa
Menggagahi rasa kesayuan
Leburlah harapan cinta
Namun kesetiaanku
Ku genggam bagai hukuman
Mengheret langkahku
Sayangku mungkir pada kejujuranku
Menolak segala bahagia dihadapanku
Kasihku mungkir pada kata janjiku
Berlari aku jauh dari cintamu
Ku kesali 2 x
Maafkan daku
Kekasih hati
Cinta kita berakhir
Maafkan daku
Kerna ku memungkirinya
Maafkan daku kekasih hati
Cinta jadi begini
Maafkan daku
Ku mungkir bahagia
Perjalanan kehidupan
Di kiri kanan dugaan Cabaran
Keseorangan menempuh ujian
Meneruskan perjuangan
(Korus)
Takdir Maha Esa
Restu ayah bonda
Mencapai cita-cita
Usah putus asa
Kelak kau berjaya
Membela nasibmu
Masa mu kan tiba
Keimanan keyakinan
Sinar cahaya penunjuk haluan
Walaupun payah kau harus tabah
Demi mencapai segala impian
(Ulang Korus)
Jika satu ketika
Langkah tidak terdaya
Berkat doa usaha
Tuhan Maha Esa
Mencapai cita-cita
(Ulang Korus)