Aishah – Doa
Tuhanku
Dalam termanggu
Ku sebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingati Kau
Penuh seluruh
Tuhanku cahayaMu panas suci
[...]
Tuhanku
Dalam termanggu
Ku sebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingati Kau
Penuh seluruh
Tuhanku cahayaMu panas suci
[...]
Kehangatan mentari ku rasakan
Tak sehangat api perbalahan
Ku ketuk pintu hati
Senyap dan sunyi
Tiada jawapan yang ku perolehi
Dinginnya malam itu bagai salju
Tidak sedingin perasaanmu
Kau sengaja membina dinding pemisah
Telah lama ku lalui
Perjalanan penuh ranjau
Dan berduri
Kini tiba cahaya cinta suci
Menerangi
Diriku yang sepi
Meskipun ada yang mengeji
Memang lumrah insan di dunia ini
Hasad dengki
Usah didengarkan
Bersabarlah
Oh dunia ini
Penuh kepalsuan
Oh mungkinkah tiada
Keikhlasan
Apakah ini
Suatu pembalasan
Ku sedar kebesaranMu Tuhan
Aku bagai seorang
Kembara jalanan
Terumbang ambing
Di lautan gelora
T’lah kuterima suratmu nan lalu
Penuh sanjungan kata merayu
Syair dan pantun tersusun indah, sayang
Bagaikan madah fatwa pujangga
Kan kusimpan suratmu nan itu
Bak pusaka yang amat bermutu
Walau kita tak lagi bersua, sayang
Cukup sudah cintamu setia
Sendiri dalam
Sepi malam ke pagi
Mencari jawapan
Berputar-putar
Soalan bertemu soalan
Penawar yang
Ku beri kiranya racun
Sebagai balasan
Hilangkah budi
Oleh kejahilan
Bermusim tinggalkan perlabuhan
Layari hidup sendirian
Kembali kumencari fajar suci
Mengisi sepi hati ini
Seperti camar pulang ke pangkuan
Merindu kedamaian dulu
Begitu harapan ku terhadapmu
Semoga kasih belum layu
( korus )
Di hati ini sering melagukan rindu
Bonda senyum riang
Menerima bahtera Merdeka
Putra putri sayang
Putra putri sayang
Sedang berjuang
Fajar telah tiba
Nan menyinsing membawa harapan
Tanah Semenanjung
Tanah Semenanjung
Pusaka Bangsa
Oh…
Tiada ku menduga
Setelah sekian lama aku sendiri… menyepi
Hadirmu bak selembut bayu
Menghembus dingin di wajahku
Mengeringkan air mata
Kau belaian di jiwa
Genggaman erat tangan mu
Membuat aku terharu
Keikhlasanmu sungguh