Siti Nurhaliza & Kris Dayanti – Tanpamu
Biasanya aku lelap tidur…
terbangun ‘tuk fikirkan diri mu
mengenangmu yang kini telah jauh
Biasanya aku tenang tidur
terbuaiku mengingat dirimu
mencintamu namun kau terlalu jauh
Kucuba lupakan dirimu
Biasanya aku lelap tidur…
terbangun ‘tuk fikirkan diri mu
mengenangmu yang kini telah jauh
Biasanya aku tenang tidur
terbuaiku mengingat dirimu
mencintamu namun kau terlalu jauh
Kucuba lupakan dirimu
Kata hatiku
Kusimpan dalam diam
Tak perlu ucap lagi
Kau kan mengerti suatu hari
Mengapa harus terjadi
Semakin terasa
Semakin berbeda
sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati
tak satu pun burung
mampu menjawab
hanya padaMu ku bertanya
lewat setiap sujudku ini
siapa kah nanti
cinta untukku
reff:
wahai penilai hati lihat batinku
nyaris bernanah karna luka tersayat
merana menantikan cinta dan kasih hidupku
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
repeat reff
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu
Aku ini wanita biasa
Bisa sakit luka karena cinta
Dingin sepi kerap menyapa
Air mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karang
Kadang ku rapuh lemah liar merana
Reff:
Maafkan aku bila hasratku keliru
Surut gairah jiwamu
Ku yang dosakan cinta kekasih
Maafkan aku bila hasratku keliru
Surut gairah jiwamu
Ku yang dosakan cinta kekasih hatiku
Kekasih hatiku maafkan aku
Aku wanita biasa
Dingin sepi kerap menyapa
Air mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karang
Kadang ku rapuh lemah liar merana
Back to Reff
Maafkan aku
Wanita bukanlah perhiasan mata
Wanita adalah pelengkap di jiwa
Yang perlu kau corak dan bimbingi dia
Dan pasti bukan sekadar dengan kata-kata
Manis mulut lidah kau berapi
Tanpa sedari hati kau sakiti
Ku menghargai segalanya
Namun mungkin kau yang lupa
Fikirkanlah dengarkanlah suaraku
Chorus
Kau tak bisa hapuskan amarah
Walaupun engkau tahu
Aku mahu kamu mahu
Aku tahu kamu tahu
Dan ku takkan tunjukkanku amarah
Kerana aku tahu segala yang berlaku
Tetap akan berlaku di mana kudratku
Dia yang menentu
Dia yang menentu
Wanita bukanlah perhiasan mata
Wanita adalah pelengkap di jiwa
Yang perlu kau corak dan bimbingi dia
Dan pasti bukan sekadar dengan kata-kata
Manis mulut lidah kau berapi
Tanpa sedari hati kau sakiti
Ku menghargai segalanya
Namun mungkin kau yang lupa
Fikirkanlah dengarkanlah suaraku
Ulang Chorus
Hati wanita terlalu rapuh kau genggami
Yang ingin selalu dimanja dan disayangi
Ku bukan tagih janji yang kau hancuri
Manis mulut lidah kau berapi
Tanpa sedari hati kau sakiti
Ku menghargai segalanya
Namun mungkin kau yang lupa
Fikirkanlah dengarkanlah suaraku
Ulang Chorus 2X
Aku ini wanita biasa
Bisa sakit luka karena cinta
Dingin sepi kerap menyapa
Air mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karang
Kadang ku rapuh lemah liar merana
[chorus1]
Maafkan aku bila hasratku keliru
Sulut gairah jiwamu
Ku yang dosakan cinta kekasih
Maafkan aku bila hasratku keliru
Sulut gairah jiwamu
Ku yang dosakan cinta kekasih hatiku
Kekasih hatiku maafkan aku
Aku wanita biasa
Dingin sepi kerap menyapa
Air mata jatuh lukisan raga
Kadang ku kuat setegar karang
Kadang ku rapuh lemah liar merana
[chorus2]
Maafkan aku bila hasratku keliru
Sulut gairah jiwamu
Ku yang dosakan cinta kekasih
Maafkan aku bila hasratku keliru
Sulut gairah jiwamu
Ku yang dosakan cinta kekasih
Hatiku… maafkan aku..
( P )
Semalaman
Terkenangkan diri mu
Lalu airmata ku
Membasahi pipi
Mengapakah kau sanggup
Meninggalkan diri ku
Sedangkan kau tahu
Perasaan ini
( 1 )
( L )
Kau berjanji
Akulah kekasih mu
Sanggup ku singkirkan
Semua cinta yang lalu
( L & P )
Tidak ku duga
Ini akan terjadi
Kata perpisahan
Yang kau pinta
( 2 )
( L & P )
Biarkanlah…
Biarkan aku hidup sendirian
Tak ingin ku mengenangkan kisah lama
Biarkanlah…
Biarkan aku hidup sendirian
Kerana hati ini telah dilukai
( ulang dari 1 )
( ulang 2 )